The Academy Is ... Lyrics

'Memento Mori'



Ketakutan naratif.


Demam adalah menari dengan lancar - memori metronom.
Kehalusan di sini adalah lukisan potret yang menitis dengan komposisi crass.
Percayalah, ayah sudah mati, katedral terbakar.
Kebakaran bahan bakar terletak, ketakutan membakar merah.
Sekarang saya sejuk, adakah ini?
Masuk ke dalam kita, masuk ke dalam kepala kita.
Apabila kita berbisik, 'Bahaya, bahaya,' tarik tuil, putar halaman
dan saya membakar lebih baik pada waktu pagi.
Narasi tidak berdosa. Kristus, ke mana kau pergi?
Dilecehkan, ditinggalkan. Kenapa, anda salah.

Ini akan mati.
Ketakutan naratif.
Demam adalah menari dengan lancar - memori metronom.
Kehalusan di sini adalah lukisan potret yang menjerit, 'Kesunyian mati.'
Percayalah, ayah sudah mati, katedral terbakar.
Sekadar bahan bakar api, ketakutan terbakar.
Masuk ke dalam kita, masuk ke dalam kepala kita.
Apabila kita berbisik, 'Bahaya, bahaya. Tarik tuil, '
dan saya membakar lebih baik pada waktu pagi.
Narasi tidak berdosa. Kristus, ke mana kau pergi?
Dilecehkan, ditinggalkan. Kenapa, anda salah.

[Bercakap]


kita bergolek seperti ini

Narasi tidak berdosa. Kristus, ke mana kau pergi?
Dilecehkan, ditinggalkan. Kenapa, anda salah.
Kami terlupa bagaimana untuk membaca, kami lupa bagaimana untuk mempercayai.
Teks itu telah menjadi gelap, pengarang merosot.
Kami terlupa bagaimana untuk membaca, kami lupa bagaimana untuk mempercayai.
Teks itu telah menjadi gelap, pengarang merosot.